Sari Ater Hotel & Resort, Tawarkan Sensasi Wisata Alam yang Sempurna

Subang...I am coming..! Pekikku dalam hati saat mendengar rangkaian acara "Familiazation Trip-Blogger & Social Media Stars" yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata, salah satu agendanya menginap di Sari Ater Hot Spring Resort (23-26 April 2015). Langsung terbayang indahnya alam di sekitaran resort seluas 60 hektar (plus perkebunan) itu. 


Sebenarnya ini bukan kunjungan  pertama. Sebelumnya pernah ke sini untuk liputan dan liburan bersama keluarga. Sejuk, dingin, damai,   dan air panas belerangnya yang berkhasiat, itulah kesan yang tertanam kuat di benakku ketika berada di sini.
 
Kami sampai di hotel ini sekitar pukul 20:00 wib. Perjalanan memakan waktu kurang lebih 4 jam dari Jakarta. Sebenarnya kalau tidak macet, bisa ditempuh sekitar 3 jam. Resort ini terletak di daerah Subang. Dari Jakarta, bisa langsung mengambil arah ke Purwakarta. Jalannya lumayan berkelak-kelok ketika memasuki arah Subang. Jika sampai di siang hari, kita bisa menikmati hijauan perkebunan teh. Dari arah Bandung, sebaiknya ambil arah Lembang, sekitar 45 menitlah sampai di sana. Tapi bisa juga dari arah Sumedang.




Sari Ater terletak di lereng pegunungan Tangkuban Perahu, tepatnya di Desa Ciater dengan ketinggian 1200 dpl. Keberadaannya diapit oleh hamparan perkebunan teh dan sayuran. Segar sekali dan menyejukkan mata orang kota yang notabene bergelut dengan perkebunan beton setiap harinya :). 

Begitu kami tiba, udara dingin langsung menyergap. Brrrr...ingin rasanya langsung tarik selimut. Tetapi kolam air panasnya juga menggoda hehe. Beberapa rekan blogger malah udah siap bener berendam di kolam air hangat hotel. Hmm..menyenangkan..guyuran hangatnya belerang memberikan efek 'menenangkan".  Keletihan dalam perjalanan, sekejap luruh bersama hangatnya air  bersuhu 40-42 derajat celsius. 

Kita patut bersyukur tinggal di Indonesia yang kaya akan sumber mata air belerang. Kualitasnya pun beragam. Di wilayah Subang, salah satunya, menurut  penelitian dari Pusat Penelitian Kanjiza (dibawa oleh H.Suwarna, pemilik Sari Ater Resort), air belerangnya  terbukti yang terbaik kualitasnya. Bahkan mengalahkan air panas belerang yang terdapat di Kanjiza, Yugoslavia yang katanya terbaik di dunia. Wow..keren..






Sumber foto : Sutiknyo-Tekno Bolang

Airnya  juga jernih dan aroma belerangnya tidak begitu menyengat.  Saya bandingkan ketika berwisata air panas di wilayah Garut, memang berbeda. Makanya tak heran, wisata air panas Ciater, dan penginapan Sari Ater tak pernah sepi dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah. Mereka selain  berwisata, juga sekaligus  datang untuk  penyembuhan berbagai penyakit.

Air belerang kaya zat besi dan mineral, yang berkhasiat menyembuhkan berbagai penyakit tulang, rematik, gangguan sistem syaraf, gangguan menstruasi, dan kerusakan jaringan lainnnya. Bagi yang sehat, berendam di air belerang Ciater, bermanfaat loh untuk meningkatkan vitalitas dan kesegaran jasmani.



Oya, air belerang yang mengalir di Sari Ater dan sekitarnya ini bersumber dari air panas Gunung Tangkuban Perahu, yang kemudian diolah oleh PT Sari Ater dan diedarkan ke seluruh kamar mandi hotel dan resort. Panasnya  semula 45 derajat celsius, ketika sampai di kolam pemandian turun menjadi sekitar 40-42 derajat celsius. Air panas olahan ini terus mengalir ke sungai-sungai hingga bermuara ke area persawahan dan menjadi dingin. Nah, air belerang yang sudah menjadi dingin ini ternyata sangat bermanfaat untuk menyuburkan tanah dan meningkatkan mutu panen. 





Pantas saja, tanaman sayuran, buah dan teh di sekitar Sari Ater tumbuh subur. Tamu bisa leluasa berkeliling naik shuttle  menikmati kesuburan tanaman di sekitar hotel. Bahagia dan damai sekali rasanya menjelajahi area perkebunan sayur dan buah seluas puluhan hektar  milik PT Sari Ater yang dikelola oleh masyarakat sekitar. Para blogger internasional yang menjelajahi wilayah perkebunan tampak senang mengabadikan panorama dan kesuburan tanaman di area Sari Ater Hotel & Resort.







Kurang lebih setengah jam kami berkeliling perkebunan dengan tujuan ke area perkemahan (camping park), fasilitas khusus PT Sari Ater. Bagi kamu yang suka petualangan dan ingin lebih dekat membaui alam, sepertinya ide menginap di kemah bagus juga.


 Sewanya untuk grub atau keluarga dikenakan mulai dari   Rp 1 juta. Di dalamnya lengkap berisi dua tempat tidur, selimut, bantal, plus sarapan, evening break, dan free tiket masuk ke taman rekreasi serta berendam di kolam air panas. Toilet dan showernya bersih loh. Bahkan kalau mau berbequ-an juga bisa. Tinggal ceritakan saja kebutuhannya selama acara, pengelola siap deh memenuhinya. 

Indah sekali, begitu bangun pagi, disergap udara segar, tetesan embun yang membasah dedaunan dan aroma khas tanah yang tersiram embun.  Gemericikan aliran sungai dan burung menciptakan irama tersendiri. Sambil duduk di beranda kayu, inspirasi dan imajinasi kita yang semula mampet, Insya Allah mencair. Hhhe siap-siap aja ember penampungan ide ya sobs.








Sari Ater Hotel & Resort memiliki 103 kamar termasuk bungalow. Saya menginap di tipe kamar standar. Seluruh kamar terakses internet nirkabel gratis. Nyaman juga kamarnya, bersih. Di dalamnya tersedia thermal hot water langsung mengucur dari shower. Bagi yang tidak ingin berendam di kolam, bisa sesiraman air belerang dari shower. Oya, hati-hati ya saat menyiramnya, kalau sampai  kena mata, lumayan pedas. Begitu pun jika tertelan, rasanya pahit, kurang enak di lidah.  Air biasa (non belerang) untuk kebutuhan sikat gigi atau air wudhu,   dikucurkan melalui wastafel. Hhehe, semula saya sempat tertukar, sikat gigi langsung pakai air yang mengucur di shower, wahh pahit sekali. 




Malam pertama kami di sini dijamu khusus oleh Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Provinsi Jawa Barat dan sejumlah pengelola hotel. Mereka sangat ramah menyambut dan melayani kami. Tarian Jaipongan moderen menjadi hiburan menarik saat santap malam. Para blogger lokal dan internasional mulai berkenalan dan beramah tamah. Blogger internasional  berjumlah 12 orang. Mereka berasal dari Singapura, Filipina, India, Kamboja, dan Malaysia. Sambil barbequ-an kami beramah tamah dengan Direktur Pencitran Ibu Ratna Suranti. Wahh si Ibu satu ini enerjik banget menyapa dan mengobrol dengan seluruh blogger.








Keesokan paginya, kami diajak berwisata ke taman rekreasi Ciater yang masih berada di area hotel. Untuk menuju ke Ciater, kamu bisa naik kuda-delman atau naik shuttle khusus. Menyenangkan menurut saya berwisata di hari biasa (weekdays). Tidak begitu ramai, sehingga kami bisa menikmati dengan tenang keindahan alam di sana.

Oya, di sana ada pancuran tujuh. Konon kabarnya, orang yang mandi di pancurah tujuh dan masih single bisa segera dapat jodoh. Hhehe...konon kabarnya loh. Yang pasti, airnya segar sekali. 

Beberapa rekan blogger bertelanjang kaki merasakan kehangatan air belerang. Sari Ater Hotel & Resort, menurut saya recommended banget untuk wisata keluarga dan perusahaan. Wahana bermainnya banyak untuk anak-anak dan orang dewasa. Kamu bisa pilih sesuai kebutuhan. Ada juga tea walk menyusuri perkebunan teh, permainan outbound dan outing yang menarik. Beraktivitas di area yang masih bersih dari polusi membuat  tubuh menjadi sehat dan segar.   Yuk, berwisata ke Sari Ater dan nikmati sensasi kesegaran alamnya ya !



Dari Sari Ater, kami langsung menuju Gunung Tangkuban Perahu. Simak ya di postingan berikutnya.




 



kartina ika sari

Alumni Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjajaran, angkatan 1997. Menulis adalah sebuah pekerjaan dan hobi. Saat ini menjadi writerpreneur  sambil menjaga dua buah hati yang cantik dan ganteng. Kontak : kartinaika@gmail.com

No comments:

Post a Comment

Terima kasih atas komentar dan masukannya