Ketika Menjadi yang Teristimewa di Trans Luxury Hotel

Mendapatkan kesempatan liburan di Trans Studio Theme Park dan menginap di Trans Luxury Hotel bagi blogger  adalah sesuatu banget. Alhamdulillah. Beda sekali kenikmatannya ketika saya lima tahun menjadi wartawan di suatu media bisnis event dan pariwisata. Plesiran  ke tempat yang indah dan menginap di hotel bagus, itu sudah biasa. Saking biasanya, akhirnya menjadi rutinitas pekerjaan. Apalagi kala itu, saya menjadi redaktur bisnis, wahhh yang bersiliweran di kepala adalah bagaimana bisa membuat bisnis dengan stakeholder terkait: membuat tulisan yang mengundang ketertarikan calon klien sehingga menjadi klien. Hhehe...jadi curhat nih. Tapi bermanfaat banget sih ilmunya sampai sekarang, setelah risain  awal 2013 lalu.


Di postingan ini, saya mau berbagi cerita tentang famtrip kami  di Trans Studio dan menginap di Trans Luxury Hotel. Wahh..seperti mimpi rasanya blogger newbie seperti saya diundang oleh Kementerian Pariwisata jalan-jalan bersama blogger internasional ke Bandung selama 4 malam "Blogger & Social Media Stars" dalam rangkaian Konferensi Asia Afrika ke-60.  Kami diinapkan  salah satunya di  Trans Luxury Hotel dan menikmati wahana bermain di Trans Studio. Hhehe..jadi makin semangat menjadi blogger. Ahay..

Jadi ceritanya, Pak Walikota Ridwan Kamil ingin memanfaatkan publisitas maksimal dari para blogger untuk mempromosikan pariwisata Bandung dan sekitarnya. Mumpung momentnya tepat, semarak KAA. Langsung saja ide walikota keren dengan prestasinya yang mengagumkan dalam membangun kota Bandung itu disambut antusias oleh Kementerian Pariwisata yang memang sedang getol berkolaborasi dengan blogger untuk promosi. 


Tak pelak, kalangan swasta pun menyambut antusias saling berlomba menjamu para blogger yang khusus datang untuk berwisata dan meliput karnaval. Asyik ya jika pemerintah dan swasta kompak bikin pariwisata maju. Blogger jadi ketiban rezeki, banyak undangan :). Nah, pihak Trans Hotel dan Trans Studio, boleh dikata menjadi sponsor dominan selama kami famtrip. Semoga rezekinya berlimpah deh ya buat Trans (doa kenceng blogger xixixiix..).



Hari Sabtu pagi (hari ke-2 trip), setelah menginap di hotel Ibis Trans Studio Bandung, kami diagendakan bermain di Trans Studio yang masih dalam satu kawasan terpadu Trans Studio Bandung.  Tinggal jalan kaki saja menyusuri trotoar kawasan terpadu Trans Studio Mall yang bersih dan terawat.  Di area itu, pandangan kami langsung dicuri oleh sebuah mesjid besar berkubah emas yang berdiri tepat di hadapan Hotel Ibis Trans Studio. Mesjid ini  kepunyaan Chairul Tanjung, yang tak lain adalah siempunya Trans Corp. Wahh keren banget si Bapak satu ini, konglomerat dengan proyek-proyek prestisius, membangun masjid  nggak kalah super

Mesjid Agung Trans  memiliki luas 3.600 meter persegi terdiri dari 2 lantai. Saat ini masih dalam tahap pembangunan sejak ground breaking tahun 2013 lalu. Meski begitu, jamaah sudah bisa menggunakannya. Mesjid yang terinspirasi dari Mesjid Nabawi dan bangunan mesjid di Timur Tengah ini memiliki 4 menara dan 1 kubah utama berdiameter 16 meter berlapis emas. Sayang belum sempat masuk ke dalam karena diburu waktu. Menurut informasi, lantainya terbuat dari marmer yang khusus didatangkan dari Eropa dengan dinding diselimuti ornamen keemasan. Wow..kebayang, kalau mesjid di dunia ini begini indah, apalagi di surga ya...Subhanallah. Bagi yang kamu yang ingin melangsungkan pernikahan atau acara lainnya, disediakan fungction hall  loh. 


Begitu sampai di area pintu masuk Trans Studio yang bekonjungsi dengan Trans Studio Mall, rombongan blogger langsung disambut hangat oleh tim Trans Studio. Kami diberi semacam gelang penanda VIP sebagai akses khusus agar tidak mengantri. Waduh,  berasa istimewa. Jujur, ini baru kali pertama saya ke theme park terbesar di Indonesia, bahkan di dunia. 

Ada rencana bawa anak ke sini, belum kesampean juga sampai sekarang, hehhe maklum dananya suka mudah beralih ke pos lain. Mengingat dari segi harga tiket, lumayan juga saya merogohnya dalam-dalam yaitu Rp  170.000 (Senin-Jumat), dan Rp 270.000 (Sabtu-Minggu dan hari libur). Kalau VIP access biar nggak ngantri, bisa membeli tiket seharga Rp 250 ribu.




Harga tiket tersebut worth it juga sih melihat betapa besarnya biaya produksi untuk mengembangkan wahana bermain dalam ruang. Yang pasti, biaya pendinginnya besar banget demi menjaga suhu di dalam agar pengunjung merasa nyaman. Belum lagi sejumlah wahananya, yang memang tidak biasa ditemui di tempat lain. 

Sempet ngobrol dengan Mbak Triyasanti yang mengurus masalah promosi advertising Trans Studio, katanya, pengelola juga kerap memberikan tarif khusus bagi yayasan sosial atau grub-grub yang ingin menggelar acara fun di sini. Pada hari-hari tertentu diberikan potongan diskon sampai 50 persen. Bagi pengguna kartu kredit Bank Mega juga mendapatkan potongan khusus. Makanya, Alhamdulillah, menurut Mba Triyasati, Trans Studio tak pernah sepi. Dalam sebulan, lebih ada 50 ribuan pengunjung memadati taman bermain ini. 


Untuk perusahaan, bisa membawa karyawannya dan menggelar sejumlah acara di sini. Tidak perlu repot lagi dengan acara. Tim event Trans Studio sudah memiliki program khusus atau acara yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Termasuk catering dan snack selama acara disediakan oleh pihak Trans Studio. Ada beberapa arena khusus  yang digunakan untuk acara perusahaan. Salah satunya di wahana  Si Bolang Adventure dan area di dekat Wahana Dunia Lain dan Magic Corner. Otomatis, jika ada acara perusahaan, area Si Bolangnya tidak bisa dipakai pengunjung lain, karena sudah diplot. Rencananya saya ingin melihat pertunjukan Si Bolang, nggak jadi ;).



Tapi tenang, jangan khawatir, di sini tersedia kurang leibih 20 wahana yang dapat dinikmati. Salah satunya, Marvel Super Heroes The Rides 4D. Saya kebagian menikmati film 4 Dimensi ini. Seru juga. Kebayang kalau anak-anak bisa melihatnya. Anak saya yang suka dengan Dunia Lain, pasti senang menikmati  wahana Magic Corner atau   berpetualang di The Lost City- menjelajahi kota yang hilang. Saya memperhatikan begitu ceria anak-anak bermain. Jadi tidak sabar ingin membawa Meili dan Barra ke sini.Beginilah kalau emak-emak jalan tanpa anak. Yang diingat selalu mereka.

Tidak terasa satu jam setengah saya  berada di Trans Studio. Tak cukup rasanya berkeliling menikmati wahana. Wahana yang agak alergi saya dekati adalah roller coaster. Bukan apa-apa, soalnya saya penakut banget  pada hal-hal yang berbau uji adrenalin dan ketinggian. Namun begitu, saya sudah sangat senang  memperhatikan blogger lain bermain. Sekitar pukul 13:30 wib, kami dijamu makan siang di Trans Studio Mall. 



Lengkap juga makanan yang tersaji di sini. Dari makanan khas Sunda sampai internasional ada loh, diantaranya masakan Korea, Jepang, Amerika dan Eropa. Tinggal pilih sesukanya. Saya memilih masakan asli Indonesia yaitu Sop Sumsum Kaki Sapi dan sop buah segar.  Hmm...subhanallah enak sekali. Sumsumnya ternyata sudah dipisahkan dari tulangnya, sehingga tidak begitu merepotkan. Tapi, bagi yang suka menikmati sensasi menghisap sumsum memang jadi berkurang sensasinya. Kalau saya sih lebih suka yang sumsumnya sudah terpisah, tinggal lep. 




Alhamdulillah, ketika menyantapnya kepala tidak pusing karena kandungan kolesterol dan lemak yang tinggi dalam sumsum, malah tubuh makin berstamina. Menyantap sumsum ini memang banyak sekali manfaatnya, terutama untuk menjaga kekebalan tubuh. Kandungan proteinnya bagus untuk memelihara tulang dan gigi. Maklum sudah mulai menua, tulang-tulang berasa mau keropos. Makanan yang mengandung protein dan kalsium jadi prioritas deh sekarang.




Usai bersantap, kami langsung melaju ke Jalan Braga untuk meliput kemeriahan acara di sana dan lanjut bermalam di Ciwidey. Untuk yang ini ceritanya saya buat terpisah ya.  Kami baru menginap kembali di Trans Hotel, pada hari Minggu, 26 April 2015, sebagai hari terakhir famtrip. Hmm..sudah kebayang bagaimana serunya menginap di Trans Luxury Hotel yang notabene hotel bintang 6 pertama di Indonesia.  

Kami ditempatkan di premier room seluas 40 m2. Selain premier room masih ada beberapa tipe kamar lagi yaitu club premier room, celebrity suite dan presidential suite. Total ada 233 kamar. Soal tarif, nggak perlu ditanya lagi ya, yang pasti sesuailah dengan kualitas layanan yang memang premium. Apa saja sih ?

 

Di premier room saja, saya merasa istimewa sekali tidur di kasur super dengan bed cotton dari Mesir yang berpacaran dengan bantal-guling berbulu angsa nan lembut. Berasa tubuh dimanjakan begitu merebahkan diri di kasur. Hhehe...saya langsung pules loh. Yang saya suka lagi, baru pertama kali menginap di hotel dengan  kamar mandi yang shower dan bathupnya terpisah di dua ruang. Begitu pun dengan WC-nya ada kamar tersendiri. Kegiatan mandi jadi betah kalau begini. Selain itu perlengkapan mandinya juga istimewa dari Acqua di Parma, yang berupa shower gel, hair conditioner, sampo dan body lation. Keharumannya aromatik dan menempel di kulit. Internetnya super cepat. Kesempatan heheh untuk mendonlod beberapa kerjaan lain dan bekerja sejenak menulis artikel untuk web klien. 







Di kamar premier tersaji tiga buah pir hijau segar dan manis. The Trans Luxury Hotel memang paham benar bagaimana menyuguhi setiap tamu istimewanya. Buah pir ini tepat sekali menjadi suguhan. Kandungan serat sebuah pir, dua kali lipat apel loh. Pir terkenal mengandung antioksidan tinggi yang bermanfaat untuk meningkatkan kekebalan tubuh, membantu masalah pencernaan, mencegah kanker, kecantikan kulit dan menjaga kesehatan mata.
.   



Dari balik tirai kamar di lantai 10, kami dapat menikmati  panorama alam pegunungan di hamparan perumahan penduduk. Suhu ruang bisa kami atur sehingga tidak terlalu dingin. Maklum meski Bandung sudah banyak pembangunan, tetapi tetap terasa udara dinginnya di malam dan pagi hari. Oya, ada 60 siaran TV kabel yang bisa kami nikmati. Cuma lantaran agenda kegiatan yang padat, sampai tidak sempat melihat TV.

Trans Luxury Hotel juga menjadi tempat liburan yang mengasyikkan bagi keluarga. Banyak tersedia wahana bermain anak, seperti kolam renang  berpasir putih dan halus, lengkap dengan permainannya. Untuk orang dewasa pun bisa menikmatinya masih di area yang sama. Bebatuan karang buatan, air terjun  dan gemericik air mancur menambah asri suasana. Sambil sarapan, kita bisa menikmati keriuhan anak-anak bermain air. Selain itu, ada kids klup dengan permainan lengkap. Jika ingin mencoba menikmati kota Bandung di ketinggian 18 lantai, bisa mencoba sky walk. 



foto sumber :





Oya, sebagai malam terakhir trip, kami dijamu istimewa loh oleh Trans Luxury Hotel, dinner romantis di the 18th restorant & lounge. Hidangannya lengkap banget, dari pembuka, utama, sampai penutup. Dari dua pilihan makanan utama (main course), saya memilih tenderloin steak dibanding fried salmon. Saya penyuka steak. Tenderloin steak sapi ini memang berbeda dengan sirloin steak. Tekstur dagingnya lebih empuk dan lembut. 

Salmonnya juga tidak kalah enak dengan tenderloin, saya mencicipinya dari kepunyaan teman. Perut saya yang tidak terbiasa makan banyak, langsung terasa penuh ketika hidangan demi hidangan berdatangan, rasa manis dan asam terus beradu di lidah. Senang sekali. Oya, sambil makan, kami juga disambut oleh pejabat tourism board Jawa Barat dan Direktor Sekolah Tinggi Ilmu Pariwisata Bandung, Bapak Anang Sutono.



 
Terima kasih ya Trans Luxury Hotel dan Trans Studio Bandung atas jamuannya. Berasa ingin balik segera liburan bersama keluarga di sini. Pelayanannya istimewa, dan tak ada kata "mahal" begitu merasakan kualitas layanan dan fasilitas yang ditawarkan. 
 

kartina ika sari

Alumni Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjajaran, angkatan 1997. Menulis adalah sebuah pekerjaan dan hobi. Saat ini menjadi writerpreneur  sambil menjaga dua buah hati yang cantik dan ganteng. Kontak : kartinaika@gmail.com

No comments:

Post a Comment

Terima kasih atas komentar dan masukannya