Blue Bird Group : Membidik Pasar MICE Lewat Inovasi dan Layanan



Usianya memang sudah hampir setengah abad. Tetapi soal MICE, Blue Bird mengaku masih harus lebih jeli menembak sasaran. Pasarnya niche, tetapi kritis. Tak hanya perkara penyediaan armada, sekaligus juga layanan dan previledge.

Sebagai pemain transportasi kawakan di Indonesia, Blue Bird memang boleh di atas angin. Jaringannya sudah menggurita lebih di 20 kota besar dengan armada taksi melebihi 23.000 unit tersebar di lebih dari 61 titik pool. Itu belum yang termasuk jenis eksekutif. Tercatat berjumlah sekitar 1200 unit dari berbagai tipe. Anda tinggal  pilih jenisnya: mercedes Benz C200 CGI & C230 elg & E200 CGI & E200 K, Toyota Vellfire, Toyota Alphard dan Toyota Camry). Rata-rata armada yang ditawarkan pun  berbasis teknologi yang disesuaikan dengan gaya hidup mobile kalangan masa kini.

Tak hanya itu , Blue Bird juga memberi perhatian penuh untuk kalangan manula dan difabel. Mereka punya hak dan prestise sama untuk dilayani. Sehingga, lahirlah taksi  bertipe khusus jenis Nissan Serena untuk mengakomodir kebutuhan mereka. 

Dari taksi, Si Burung Biru itu lantas menelurkan penyewaan bus. Melalui anak usaha Big Bird, dibesutlah bus-bus  beraneka pilihan.  Mulai dari 10 seat hingga 54 seat. Kelasnya juga bervariasi sesuai ukuran kantong. Dari yang reguler sampai premium  yang cuma 12 seat.  

Untuk segmen spesifik berkelas yang membutuhkan privasi lebih, Golden Bird melantaikan mobil-mobil mewah berjenis limousine dan BMW yang mangkal di sejumlah hotel bintang lima di Jakarta dan Bali. Bahkan, penyewa bisa lepas kunci. Wahh, serasa milik pribadi. 

Lengkap, begitulah yang dirasakan sejumlah Professional Conference Organizer (PCO), Professional Event Organizer (PEO) dan korporat yang menjadi pelanggan jasa transportasi Blue Bird Grup ketika Majalah Venue survey untuk penentuan The Best Car Rental-Indonesia MICE Awards. Hanya tinggal call atau menyentuhkan jemarimu di layar telepon pintar, kebutuhan transportasi Anda terpenuhi tidak pakai lama. 

Di tengah kompetisi pemain jasa transportasi yang lumayan ketat, inovasi dan layanan memang mutlak dibutuhkan untuk eksistensi. Terlebih Blue Bird saat ini mulai berinvasi menyasar segmen MICE dan korporat. Segmen yang boleh dibilang cukup rewel dalam hal layanan. Bagaimana tidak, dalam suatu event konferensi internasional dengan ratusan atau ribuan peserta, jika tidak bagus dalam urusan transportasi saja, bisa langsung rusak seluruh acara. Seperti, supir yang lalai terhadap waktu, tidak ramah dan tidak hospitalized serta kualitas armada yang kurang baik, dalam sekejab dapat membinasakan imej acara yang telah dibangun.
Tidak sedikit PCO dan PEO yang lumayan menguras energi jika mengurus persoalan transportasi. Makanya tak heran, bagi PEO yang kerap menggarap event berkelas internasional, lumayan selektif memilih perusahaan jasa transportasi. Susilowani Daud, Direktur Utama Pacto Convex salah satunya, mengaku pernah dipusingkan dengan layanan jasa transportasi di suatu daerah. Padahal eventnya internasional. Sejak itu, ia harus berfikir beberapa kali jika menggelar suatu konferensi yang notabene di luar Bali dan Jakarta. Ya, salah satunya karena urusan transportasi. 

Survey yang kami lakukan di kalangan korporat, PCO, PEO dan travel, rata-rata memang menilai Blue Bird Group memberikan banyak kemudahan, selain kekuatan armadanya yang bervariasi. Perusahaan yang didirikan oleh Mutiara Fatimah Djokosoetono) 42 tahun silam ini juga kooperatif terhadap komplain klien. “Perusahaan yang bagus bukan berarti tanpa komplain, tetapi justru kesigapan menangani komplainlah yang membuat mereka eksis karena klien makin percaya,” ujar salah satu responden yang merupakan pemilik sebuah perusahaan travel ternama di Jawa Tengah. Ia pernah komplain terhadap layanan bus Big Bird, dan segera mendapatkan respon positif. 

Sebuah PEO ternama di tanah air ini juga merasa nyaman dengan Blue Bird Group, lantaran kecepatan respon dalam hal pelayanan, kualitas dan kualitas armada, serta supir yang penuh manner. Blue Bird Group pun tahu benar bagaimana men-treat customer berbagai level. “ Blue Bird memang menjadi pilihan utama kami dalam memilih perusahaan jasa transportasi. Meski kami  juga kerap menjalin hubungan dengan sejumlah perusahaan  jasa transportasi lain.  Ada beberapa event yang kita share antara Blue Bird dan lainnya,” ujar responden yang tak ingin disebut namanya. 

Awal November 2014, Blue Bird Group dengan 15 anak perusahaannya resmi mendaratkan perusahannya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dengan begitu, predikat sebagai perusahaan publik dan diawasi secara jamaah menjadi salah satu alasan Blue Bird tak berhenti berinovasi. 

Saat ini, Blue Bird mengklaim telah melayani sebanyak 8,5 juta penumpang saban bulannya. Dari jumlah tersebut, memang Blue Bird belum merinci berapa persen yang dikontribusikan dari segmen MICE dan korporat.  Tetapi yang jelas, pasar MICE dan korporat terus tumbuh. Ini dilihat dari progresifnya anak perusahaan Blue Bird yaitu Big Bird dan Golden Bird berinovasi dan menelurkan berbagai unit kendaraan. 

Meeting di Dalam Bus Premium


Ini salah satu inovasi Big Bird yang cukup menggebrak dunia jasa trasportasi. Bus dengan ruang-ruang nyaman untuk bekerja sekaligus liburan. Berada di dalamnya, serasa memang tengah berekreasi. Lupa macet karena banyak hal yang bisa dinikmati di dalamnya. Mulai dari urusan kerja sampai entertainment.

Berkapasitas 12 seats, tubuh Anda  siap  dimanjakan dengan kursi empuk ergonomic yang bisa diatur posisinya. Meja portable dengan sejumlah perangkat penyambung gajet dan power supplay. Selain itu, Anda juga bisa menonton film atau berkaraoke ria menikmati 2000 lagu pilihan. Dapur mini, kulkas dan toilet mengambil ruang tersendiri. Termasuk juga ruang driver. Privasi, itulah yang coba dikemas oleh Big Bird.

Terobosan serupa pernah dibesut oleh bus wisata Omah Mlaku yang beroperasi di sejumlah daerah di Jawa Tengah. Beberapa tahun lalu, bis ini sempat menjadi dipakai beberapa perusahaan yang ingin menjamu klien istimewa atau kalangan top management yang ingin “berwisata bisnis” Tetapi belakangan, tidak terdengar lagi. 

Dan, kali ini Premium Big Bird mencuri perhatian. Endusan pasarnya yaitu kalangan pebisnis dan eksekutif yang super sibuk dan mobile atau sebaliknya penyuka travelling yang ingin menikmati nuansa entertainment maksimal di perjalanan.

 Armada ini dilucurkan pada Oktober 2012.  Jumlahnya  baru 3 unit dengan dua varian yaitu Alpha (1 unit) dan Bravo (2 unit). Yang membedakan tipenya hanya pada ruang meeting yang bisa dioptimalkan juga sebagai ruang karaoke. 

Harga sewanya, lumayan kompetitif. Untuk tipe Alfa yang memiliki ruang pertemuan dibanderol  Rp 9 juta per 18 jam. Sedangkan tipe bravo, sewanya Rp 4 juta per 18 jam. Bisa dipesan 3 jam sebelumnya melalui call centre atau Taxi Mobile Reservation (TMR).

Saat ini menurut Noni Purnomo, Vice President Business Development Blue Bird Group, Big Bird Premium ini masih dalam proses pengenalan dan tes pasar sekaligus melakukan berbagai penyempurnaan untuk memaksimalkan layanan. Meski demikian, katanya, ada beberapa perusahaan yang mulai tertarik untuk bekerja sama. 

Angin segar sepertinya bertiup lagi untuk pasar MICE. Terlebih dengan kelarnya venue Indonesia Convention & Exhibition Expo di kawasan Bumi Serpong Damai (BSD) Tangerang Selatan. Pastinya akan semakin membuka ruang lebih banyak bagi kegiatan konferensi internasional. Dan, Big Bird Premium bisa menjadi salah satu solusi mengentertain delegasi asing atau tokoh penting lainnya.

Tulisan ini telah dimuat di Majalah Venue edisi Desember 2014

kartina ika sari

Alumni Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjajaran, angkatan 1997. Menulis adalah sebuah pekerjaan dan hobi. Saat ini menjadi writerpreneur  sambil menjaga dua buah hati yang cantik dan ganteng. Kontak : kartinaika@gmail.com

2 comments:

  1. Blue brid sudah tepercaya bagi banyak kalangan.
    Saya juga suka.

    ReplyDelete
  2. keren banget ternyata ada meeting dalam bus premium ya, tawaran yang menarik banget :D

    ReplyDelete

Terima kasih atas komentar dan masukannya