Menguntai Eksotisme Lampung


pesan hotel, wisata lampung, pulau pohawang, voucherhotel
Ini  sepotong kisahku selama lima hari di Lampung. Rupanya, Lampung menyimpan banyak sekali pesona keindahan dan daya tarik wisata. Tinggal dipoles sedikit saja, tak mustahil Lampung bakal seperti Bali. Mari ke Lampung, Voucherhotel  siap membantu Anda mewujudkan perjalanan yang nyaman di sana.

------

Lampung, mendengar nama provinsi itu, jujur awalnya tidak begitu menarik bagiku. Ya, wajar saja bila dibanding dengan Bali, Yogyakarta, Lombok, Bandung Wakatobi, atau Sawahlunto-Sumatera Barat yang sedang naik daun pamornya. Apa yang bisa dinikmati di Lampung ? pikirku ketika menerima tugas dari kantor selama beberapa hari di kota Bandar Lampung.

Yang terbayang di benakku, awalnya Lampung adalah suatu tempat transmigrasi. Banyak orang Jawa sukses hijrah dari kampung halamannya ke Bumi Ruwa Jurai ini—sebutan lain untuk Lampung. Untuk wisatanya, hmm.paling hanya melihat gajah. Ini juga dikuatkan oleh pernyataan teman-teman, yang hanya tahu gajah di Way Kambas-Lampung.  Kalau untuk melihat gajah mah ga usah jauh-jauh kalee sampai ke Lampung, komentarku lagi.

Lagi pula setelah aku riset di internet, jarak Way Kambas yang menjadi Pusat Latihan Gajah (PLG) terbesar di Indonesia itu  sekitar 80 km dari kota Bandar Lampung. Weleh..jauh juga. Beberapa teman lainnya ada yang menyebut Gunung Krakatau sebagai salah satu yang bisa dinikmati di Lampung. Loh, bukannya dari perairan Selat Sunda-Banten juga bisa melihat Gunung Krakatau..,”pembelaanku lagi (sambil mengenang pernah berwisata Krakatau atas undangan Dinas Pariwisata Banten). Hufff..ya sutralah, dinikmati saja tugas kantor yang sebenarnya juga merupakan rangkaian penugasan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Jadi ceritanya Kemenparekraf menggelar acara Tourism Indonesia Mart & Expo (TIME) ke-18 di Bandar Lampung (9-12 Oktober 2012), dan majalah kami-VENUE- menjadi partner untuk pembuatan newsletter selama acara berlangsung.  Acara TIME atau pasar wisata berkaliber internasional yang cukup bergengsi ini sudah kali kedua digelar di kota ini. Dan, pada TIME 2012, dihadiri sebanyak 83 buyers dari 28 negara. Jumlahnya meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 77 buyers dari 27 negara. Buyers pasar wisata ini terdiri dari kalangan travel, pebisnis wisata, hotel, dan sejumlah perusahaan yang terkait dengan kegiatan parwisata. Sedangkan seller-nya adalah kalangan hotel juga, pemda, airlines dan operator travel di Indonesia. 

Lampung yang notabene hanya dikenal dengan Gajahnya ini mendadak jadi perhatian dunia. Bapak Sapta Nirwandar, Wakil Menteri Kemenparekraf pun getol sekali mempromosikan Lampung untuk pasar dunia.  Ada apa dengan Lampung ? Dahaga rasa penasaranku makin menjadi, sekaligus memang juga menjadi tugasku di Lampung kala itu, sebagai penanggung jawab newsletter untuk peserta TIME.

Kunjunganku ke Lampung sebenarnya adalah yang kedua. Pertama, waktu  masih kecil banget, mengunjungi kerabat di Bandar Lampung. Praktis, anggap aja ga pernah ke Lampung deh. Aku tanya temen kuliah yang  kini tinggal di Lampung pun, jawabannya jauh dari harapan alias tidak tahu banyak daerah ini. Termasuk juga seorang teman seorganisasi yang asli orang Lampung dan menetap di sana, pun tidak memberikan hasil maksimal ... sepi-sepi aja di sini mbak..” Akhirnya, bermodal riset Mbah Google, Alhamdulillah ada gambaran dari mana aku harus memulai menulis tentang Lampung sebagai bahan informasi untuk para bule itu, sambil mencari info ke dinas pariwisata Lampung.

Dari hasil risetan yang kebanyakan ditulis rekan-rekan blogger, rupanya banyak juga obyek wisata menarik yang bisa dinikmati di provinsi paling selatan Sumatera ini. Bahkan, frontalnya, alam Lampung tidak kalah menarik dengan Bali. Masih perawan, hii..hi..kata para travel writer menulis.  Lampung hanya kurang polesan dan promosi. Padahal tahun 2009, sudah digongkan Visit Lampung. Bisa jadi, inilah yang menjadi alasan utama Bapak Sapta Nirwandar yang notabene orang Lampung dan tahu benar pesona Lampung geregetan, lantaran Lampung tidak terdengar suaranya. Karenanya, tidak tanggung-tanggung  TIME digelar sampai dua kali di sana. Kalau begitu, surga yang tersembunyi di Lampung harus segera digeledah..semangatku.

Dalam menampilkan obyek wisata Lampung, pastinya tidak ketinggalan Taman Nasional Way Kambas, tempat Gajah dilatih, selain wisata Gunung Krakatau. Gajah memang banyak di seluruh negeri ini. Tetapi, yang membuat Taman Nasional Way Kambas itu istimewa, karena disinilah sekolah gajah pertama yang dibangun di Indonesia pada tahun 1985. Sekarang namanya menjadi Pusat Konservasi Gajah (PKG), melingkupi upaya mulai dari penjinakan, pelatihan, perkembangbiakan hingga konservasi atau pelestarian gajah. Ratusan lulusan Gajah Way Kambas ini, sudah tersebar loh di seluruh penjuru tanah air.  Taman Nasionalnya juga menjadi tempat konservasi bagi spesies yang hampir punah, seperti badak Sumatera, harimau Sumatera, lutung merah, tapir sampai beruang madu. 



Selain itu, rupanya Lampung juga memiliki spot surfing keren di Tanjung Setia yang terletak di Krui, Pesisir Selatan-Lampung Barat. Jarak tempuh dari Bandar Lampung sekitar 6-7 jam perjalanan. Bagi masyarakat non pecinta surfing mungkin tidak tahu atau belum mengenal tempat ini. Tetapi, bagi pecinta olah raga selancar air ini, Tanjung Setia jangan ditanya lagi, sudah menjadi salah satu spot surfing favorit. Bagaimana tidak, Tanjung Setia yang menghadap langsung ke Samudra Hindia ini memiliki gelombang (ombak ) yang panjang dan tinggi, hingga mencapai 7 meter dengan panjang sekitar 200 meter. Pencapaian ombak tertinggi ini biasanya bisa dirasakan sejak bulan Juni-Agustus.

Wow...ga kebayang tubuh kita  digoyang ombak sebesar itu. Bagi yang belum mahir surfing, tak perlu khawatir. Ada beberapa operator  di sana yang menawarkan jasa pelatihan surfing. Tarifnya untuk wisatawan lokal lebih murah dari bule, bisa mencapai seratus ribuan selisihnya dan dihitung per jam.  Selain itu, alam bawah laut Tanjung Setia  juga kaya ikan, terutama ikan tuna dan blue marlin. Tentunya bagi pehobi mancing, bakal segera memasukkan Tanjung Setia dalam daftar kunjungan nih. Sambil memancing, Anda akan dimanjakan oleh pemandangan alam yang indah dengan bongkahan batu besar di pinggir pantai. Dan, Anda yang suka wisata alam, trekking menyusuri perbukitan Taman Nasional Bukit Barisan yang memang berada dalam satu lokasi, juga menjadi pilihan tepat untuk dijelajahi.

Anda yang belum sempat ke Pantai Lovina –Bali untuk melihat atraksi lumba-lumba menari  di lautan lepas, di Lampung juga ada Teluk Kiluan yang berada  di Kabutapaten Tanggamus, sekitar 3 jam arah selatan Bandar Lampung. Kabarnya lumba-lumba di Teluk Kiluan ini ada dua jenis. Pertama berjenis lumba-lumba hidung botol (Tursiops Truncatus) bersifat  pemalu. Sedangkan satunya lagi  lumba-lumba paruh panjang (Stenella Longirostris)  yang bertubuh lebih kecil dari lumba-lumba hidung botol, senang melompat-lompat. Sepertinya lumba-lumba hidung botol ini yang eksis menyapa Anda.

Bila Anda ingin berkunjung dan melihat lumba-lumba tersebut berloncatan, sebaiknya datang pada saat musim kemarau sekitar bulan April-September. Di luar bulan itu, biasanya hewan mamalia ini bisa dilihat sekitar pukul 06:00 – 09:00 WIB. Usai memburu atraksi lumba-lumba, Anda bisa mampir ke Pantai Pasir Putih yang terletak tidak jauh dari Teluk Kiluan. Sesuai dengan namanya, pasirnya memang putih, berair bening, dan berombak lebih besar dari Teluk Kiluan, cocok untuk surfing ringan lah.   Deretan bebatuan karang yang menjulang tinggi pastinya menyempurnakan berwisata Anda di Teluk Kiluan.

Selain pantai Pasir Putih, Lampung masih memiliki sejumlah obyek wisata pantai diantaranya Pantai Kalianda, Pantai Mutun dan Pulau Tangkil yang berada tidak jauh dari Bandar Lampung. Sayangnya karena keterbatasan waktu,.perjalananku tidak mampir ke obyek wisata ini.Tapi, next Insya Allah bisa ke sana..amin.  

 Karena logistik yang dibawa cukup banyak, perjalanan kami (aku bersama tiga rekan kerja terdiri dari marketing, fotografer dan driver)  ke Lampung mengambil  jalur darat dan menyebrangi lautan.  Berangkat dari kantor di Gondangdia sekitar pukul 07:30 WIB. Alhamdulillah tol menuju Pelabuhan Merak- Banten lancar jaya, sehingga jam 10-an kami sudah sampai. Kalau naik pesawat, waktunya hanya 30 menit menuju ke Bandara Radin Inten II Lampung Selatan. Maskapai penerbangan pun kini banyak bersileweran terbang dari berbagai provinsi ke Lampung, diantaranya Batavia, Sriwijaya, Merpati, Garuda Indonesia dan Lion Air.


pesan hotel, voucherhotel, wisata lampung, hotel berbintang di lampung
Untunglah ketika berangkat, pelabuhan Merak tidak ramai sehingga mobil kami tidak terlalu lama menunggu  antrian masuk dan kami bisa leluasa menikmati suasana kapal. Rekanku memilih beris.tirahat di ruang VIP yang lebih nyaman dengan fasilitas sofa empuk, ruang ber-AC dan TV. Kalau tidak berubah, tarif masuk ruangan itu sekitar Rp 10.000. Lumayan bisa beristirahat selama kurang lebih 2-3 jam perjalanan. Sementara aku, memilih  duduk-duduk di luar sambil menikmati atraksi ‘kecerian’ anak-anak pelabuhan yang meminta lemparan uang recehan dari penumpang. Wah..tak disangka, mereka mahir sekali menangkap logaman yang dilempar langsung dari atas kapal. Tetapi, ada yang kurang enak dilihat,  ada  beberapa diantara mereka yang sengaja naik ke atas kapal setengah memaksa  meminta uang logaman dari penumpang. Tetapi uniknya, penumpang disuruh melempar logamannya, kemudian mereka tangkap sambil melompat dan menceburkan diri ke laut. Hufff...dapat logamannya ! senyum puas menyeringai di wajah anak-anak berumur belasan tahun  itu, sambil meminta lebih banyak lagi kepada penumpang. Lumayan menghibur untuk mengusir kebosanan mengarungi laut sekitar 3 jam. Paling cepat bisa 2 jam.


Menara Siger dengan warna kuning-merah berpendar  keemasan, sudah mulai menyapa, artinya pendaratan ke Pelabuhan Bakauheni tinggal beberapa menit lagi.  Jarak bangunan menyerupai topi pengantin adat wanita Lampung   ini memang hanya sepelemparan batu dari Pelabuhan Bakauheni, sekitar 300 meteran arah barat pelabuhan. Ia menjulang dengan megahnya di sela-sela perbukitan Gamping pada ketinggian kurang lebih 110 meter dari permukaan laut. Kini, menara yang diresmikan sejak tahun 2008 ini  menjadi ikon dan landmark  Lampung. Di menara inilah sekaligus penanda titik nol Pulau Sumatera di sebelah selatan. Sayangnya, lagi-lagi kami tak sempat mampir ke menara ini karena harus segera sampai  di Bandar Lampung untuk mengurusi percetakan sebelum malam hari. Meski demikian, aku cukup puas  dapat memandangi menara itu dari kapal ketika menuju dermaga. Terbayang bisa berkesempatan menikmati sunset dari menara itu...Oya bangunan menara ini dirancang tahan gempa loh. Jadi Anda tidak perlu khawatir ketika berada di sana.

Perjalanan dari Pelabuhan Bakauheni ke Bandar Lampung kurang lebih 2 jam menyusuri jalur lintas Sumatera. Hmm.lumayan mendebarkan.  Jalanan berdebu dan banyak truk bersileweran. Belum lagi ada sejumlah ruas yang tidak mulus. Namun begitu, Alhamdulillah, kami masih bisa menikmati perjalanan. Lampung yang pernah tersohor sebagai daerah transmigran,  menjelma menjadi provinsi yang berkembang maju, terutama pada sektor pertanian, perkebunan, pertambangan dan kehutanan. Sektor pariwisata memang belum mendominasi, masih relatif baru untuk dijajaki sebagai sumber PAD andalan..Bisa dipahami alasan Lampung belum banyak publikasi untuk pariwisatanya.

pesan hotel
pesan hotelSebagaimana ibu kota provinsi, Bandar Lampung terlihat hidup sebagai pusat pemerintahan, pendidikan dan bisnis. Bangunan hotel pun sudah mulai marak dalam tiga tahun belakangan ini, bukan hanya brand lokal, tetapi juga internasional. Diantaranya Sheraton Lampung, berbintang lima yang terletak di Jalan Wolter Monginsidi, Bandar Lampung. Jarak dari bandara sekitar 20 km menuju hotel. Sheraton Lampung menawarkan sebanyak 101 kamar dan 4 ruang pertemuan berkapasitas ratusan orang. Menyusul kemudian tahun 2010, Accor dengan brand Novotelnya juga hadir, tepatnya di Jalan Gatot Subroto. Hotel yang memiliki 222 kamar dan ballroom seluas 2.400 m2 itu pernah menjadi venue utama TIME 2011 dan sampai sekarang menjadi andalan acara MICE (Meeting, Incentife, Convention, Event & Exhibition) di Bandar Lampung. Tahun 2012,  TIME diselenggarakan di Graha Wangsa Convention Centre.

Oya, bagi Anda yang berencana berplesir  atau dinas di kota ini, sekarang tidak perlu khawatir, serahkan saja urusan pemesanan hotel ke ahlinya yaitu Voucherhotel.com. Selain prosesnya cepat, mudah, juga harganya tidak bikin kening  berkerut, dijamin lebih murah. Dan, Anda bisa pesan tanpa menggunakan kartu kredit. Selain itu, Voucherhotel.com juga memberikan kenyamanan lebih yaitu Anda tidak perlu  repot lagi harus mengonfirmasi hotel pesanan ke hotelnya langsung karena pemesanan Anda yang dilakukan via online ( Blackbery Messenger, Whats App, Yahoo Messenger atau email) sudah langsung confirmed ke hotel yang bersangkutan. Anda tinggal check-in saja. Termasuk soal keamanan data bila Anda menggunakan kartu kredit. Voucherhotel.com sama sekali tidak menyimpan data kartu kredit Anda. Semua proses transaksi langsung diproses melalui secure payment processor internasional dengan teknologi enkripsi mutakhir : TLS 1.0 256-bit. TLS - Transport Layer Security - merupakan pengembangan dari teknologi enkripsi SSL 3.0 (Secure Sockets Layer). Keren kan...

Soal perkembangan hotel di Lampung, menurut Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Lampung, Gatot Hadi Purnomo, memang memberikan kegairahan dalam tiga tahun terakhir. Ke depannya hotel-hotel baru bakal terus bertumbuhan.  Sewaktu aku ke Lampung, Hotel Dafam  tengah melakukan konferensi pers woro-woro kepada jurnalis Lampung tentang segera dibukanya Dafam pada 2014. Kami juga  menginap di Emersia Hotel & Resort yang baru melakukan grand opening pada Desember 2012.

Denyut kehidupan kota Lampung pun tak berhenti hanya di siang hari. Selepas mengurusi urusan terbitan newsletter, malamnya kami ngelayap cari makan di luar hotel, sambil hunting spot-spot kuliner. Wah ternyata kehidupan malam di Lampung lumayan gemerlap. Banyak diskotik dan klub malam bertebaran di kota ini, dari harga bintang lima sampai yang bikin kantong tersenyum alias murah. Karena kepala rada penat, kami memburu pempek Lampung. Soal makanan dari sagu dan bercuka ini, bukan hanya haknya Palembang loh. Di Lampung, pempek menjadi salah satu kuliner favorit. Rasanya menurutku agak beda sedikit dengan pempek Palembang yang ditandai oleh bahan ikan yang digunakan. Pempek Palembang asalnya
 menggunakan ikan belida, sedangkan pempek Lampung menggunakan ikan tenggiri. Tetapi sekarang, banyak juga pempek Palembang yang menggunakan ikan tenggiri karena sulitnya ikan belida diperoleh serta harganya yang mahal.  Bagiku yang penting dalam menikmati pempek adalah kuahnya..bikin pusing ilang.

pesan hotel. voucherhotel, oleh-oleh lampung, wisata lampung
Untuk menikmati pempek di Bandar Lampung, kami menyusuri Jalan Salim Batubara (Salemba), Teluk Betung Selatan. Jalan ini terkenal sebagai pusatnya pempek Lampung. Ada banyak warung pempek bertebaran di sepanjang jalan ini. Tinggal pilih saja sesuai selera dan tempatnya.  Pelancong juga bisa membeli oleh-oleh Lampung yang berupa kopi lampung dan keripik pisang aneka rasa di sini.



Kurang lebih satu jam menikmati pempek dan kerupuk kemplang, kami pun tak langsung balik ke hotel, melainkan masih meneruskan kelayapan lagi. Mumpung ada kesempatan, soalnya dua hari ke depan, waktu kami full di venue TIME di Graha Wangsa sampai malam.

Kendaraan kami menuju salah satu lokasi yang terbilang favoritnya remaja Lampung hang out di malam hari yaitu  Alun-alun. Berada tepat di sekitaran halaman Gedung Sumpah Pemuda di kawasan Way Halim, tak jauh dari Hotel Sheraton Bandar Lampung. Cukup asyik tempatnya, sebuah arena luar ruang tanpa tenda langsung dibawah sinar rembulan. Karena ini tempat nongkrong, makanan yang dijajakan warung-warung non permanen itu juga rata-rata penganan ringan seperti jagung bakar, kacang rebus, mie goreng, roti bakar, bakso dan yang berat paling nasi goreng. Kami memesan jagung bakar, roti bakar dan nasi goreng dengan teh manis hangat. Sayangnya kami ke sana sedang tidak musim durian. Bila musim durian, tempat ini menjadi salah satu tempat perburuan durian.

kopi lampung, pesan hotel, voucherhotel, wisata lampungNgomong-ngomong soal tempat hangout di Bandar Lampung, belum lengkap rasanya jika tidak menyeruput  kopi Lampung yang terkenal di negeri ini. Namun sayang, sebagai yang empunya brand Kopi Lampung, kedai-kedai kopi justru tidak banyak di sini. Masih kalah jauh dengan kedai-kedai kopi di Medan, Aceh atau Bandung yang kini sedang tren ‘ngafe kopi’. Salah satu tempat ngopi favorit di Bandar  Lampung adalah  Lapa Kopi di Jalan Ahmad Yani. Dari segi tempat, Lapa Kopi ini tidak ubahnya sebagaimana warung kopi pinggir jalan, sederhana. Tetapi soal rasa, Anda bisa sandingkan dengan suguhan kopi di hotel bintang lima. Apa yang membuatnya khas ? tak lain adalah pengolahannya. Jadi, biji kopi digiling, kemudian disaring dan diseduh dengan penyeduh tradisional khas Vietnam (Vietnam Drip) sehingga cita rasa dan aromanya tetap terjaga. Harganya pun berkisar antara Rp 6.000 sampai Rp 20.000 per gelasnya.

Makanya tak heran,  Lapa Kopi banyak penggemarnya dengan latar belakang pendidikan, ekonomi dan komunitas yang berbeda.  Bahkan tidak jarang pula, orang-orang asing seperti Jerman, Amerika, Jepang dan Rusia menyeruput kopi sambil bersantai di sini. Kebanyakan memang, anak-anak muda Lampung yang nongkrong di tempat ini. Mereka biasanya menyebut tempat ini, Lapa Kopi Esia, lantaran tempatnya di pelataran parkir kantor provider telepon Esia.  Lapa Kopi buka mulai pukul 20:00 hingga tengah malam.

Selain itu, ada juga The Coffee yang menawarkan menikmati kopi dalam suasana rumahan. Letaknya di Jalan Way Kambas No.9 Pahoman Bandar Lampung. The Coffee memang dibangun oleh pemiliknya yang gemar mengonsumsi kopi dan terpanggil untuk menyosialisasikan kopi Lampung kepada masyarakat luar. Kopi Lampung disajikan secara moderen dalam tiga bentuk yaitu hot, ice dan frosty. Untuk cemilannya, Anda bisa memilih berbagai menu barat, diantaranya steak daging rock grill, ikan salmon, spaghetti, bitterballen, lasagna, burger, hot dog, dan sandwiches. Hiburan live music disajikan tiap Jum’at dan Sabtu malam. Jika Anda tidak sempat menyeruput kopi di kedai kopi di kota ini, bisa membelinya di sejumlah tempat oleh-oleh yang banyak menjajakan kopi dalam berbagai kemasan.


pesan hotel
Usai makan di Rumah Kayu
Di Lampung, kami agak kesulitan menikmati kuliner khas Lampung. Bisa dipahami juga sih, karena  penduduk Lampung sangat heterogen dari berbagai suku. Menurut risetan Google, Seruit adalah makanan khas Lampung. Tetapi selama kami di sana, belum pernah menemukan Seruit yang merupakan penganan terdiri dari nasi putih, lalapan ala Sunda, Ikan Mas goreng dicocol sambal terasi. Untunglah kami menemukan tempat bersantap yang cozy banget di Lampung untuk menutup perjalanan kami di kota ini, yaitu Taman Santap Rumah Kayu. Terima kasih rekanku yang manis Yunita Ambarwati yang merekomendasikan tempat ini. Restoran bergaya ala resort itu berada di Jalan Arif Rahman Hakim No.45 Bandar Lampung. Menyanjikan menu dominan seafood. Pindang menjadi salah satu menu favorit di sini. Anda bisa pesan Bawung Pindang Nanas, Cumi Pindang Kemangi dan Udang Pindang. Sayangnya karena kami berkunjung sudah agak malam sekitar pukul 20:00, kami tidak sempat menyantapnya. Next, kunjungan ke Lampung, pindang Lampung bakal menjadi deretan list wajib yang harus dicoba.

pesan hotel, voucherhotel, wisata lampung, pulau pahawang
Hari terakhir acara TIME ditutup dengan program tur yang dilaksanakan secara swadaya oleh travel Lampung. Kami mengikuti program tour dari Raka Tours salah satu travel lokal,  berwisata ke Pulau Pahawang, Lampung Selatan.  Hmm..Pulau Pahawang..aku sempat escape dengan pulau ini. Aku hanya mendapatkan informasi tentang pulau ini dari pengelola travel yang mengajak kami. Dipilihnya pulau ini  dalam program tour pun menurut pengelola travel karena jaraknya lebih dekat dari Bandar Lampung. Hanya menempuh kurang lebih satu jam perjalanan menuju Dermaga Ketapang. Tetapi jika berangkat dari Pelabuhan Bakauheni ditempuh sekitar 3 jam perjalanan menuju dermaga ini.



pesan hotel, wisata lampung, pulau pahawang, voucherhotel
Dermaga Ketapang merupakan dermaga kecil, semacam dermaga perlintasan saja. Dari sana kami melanjutkan dengan boat kurang lebih satu jam ke Pulau Pahawang. Menurut guide yang mengantar kami, Pulau Pahawang ini terdiri dari dua pulau yaitu Pulau Pahawang Besar dan Pulau Pahawang Kecil. Wuihhh...ombak menuju Pulau Pahawang lumayan kencang juga. Boat kami sempat terombang-ambing. Namun rupanya para bule itu terlihat sangat menikmati.

pesan hotel, wisata lampung, voucherhotel, pulau pahawangSekitar 1 jam melaut, tibalah kami di Pulau Pahawang Kecil. Sebelumnya kami sempat mampir ke tempat budidaya atau kerambah  ikan kerapu yang masih berlokasi di Pahawang Kecil. Sayangnya di sana tidak ada restoran. Buyer dari Malaysia sempat membayangkan di tempat ini ada restoran seafood. Jadi turis bisa menangkap sendiri ikan kerapunya dan memasaknya. Di Malaysia, Ikan Kerapu ini tergolong makanan orang berduit karena harganya yang mahal. 




  
pesan hotel, pulau pahawang, voucherhotel, wisata lampung

Wah luar biasa indahnya pulau ini. Benar-benar seperti yang diceritakan para bloggers, masih perawan. Pantainya berpasir putih,bersih,  halus, dan airnya begitu bening. Terlihat jelas batu-batu karang dari dasarnya. Tak pelak, para bule itu pun tergoda untuk snorkeling sebentar di sini. Menurut cerita para divers, di perairan Pahawang, terutama Pahawang Besar
 termasuk spot diving yang menarik. Terumbu karangnya masih terpelihara, ikan-ikan hias pun berseliweran dengan cerianya menari di sela-sela karang.  Diantara hewan itu ada anemon fish, cardinal fish, fox fis, damsel fish, goby fish dan masih banyak lagi.


pesan hotel di lampung, voucherhotel, wisata lampung, pulau pahawang
Berada di pulau ini serasa di pulau pribadi, sepi. Sangat nyaman untuk membuang kepenatan. Tak ada cottage yang disewakan, restoran pun nihil. Hanya terdapat sebuah bangunan rumah kayu yang menurut informasi penduduk setempat dimiliki oleh Mr. Joe, orang Prancis. Mr. Joe kerap datang dan menginap di rumah ini tidak sekedar untuk melepas penat, tetapi sekaligus  melakukan sejumlah kegiatan untuk memajukan pendidikan masyarakat Desa Pahawang. Dia juga memberikan beasiswa bagi anak-anak mulai dari SD hingga perguruan tinggi. Wah..luar biasa kepeduliannya. Bagaimana dengan orang kita sendiri nih..
pesan hotel, wisata lampung, voucherhotel, wisata lampung, pulau pahawang

Tak berapa lama di Pulau Pahawang Kecil, kami menyebrang lagi ke Pulau Kelagian, yang masih berada di kawasan ini. Di Pulau Kelagian kehidupan lebih berdenyut. Sudah ada fasiltas cottage,warung-warung dan kamar ganti bagi pengunjung seusai snorkeling. Di sinilah kami bersantap siang dengan menu salah satunya ikan kerapu, sayur asam, bakwan jagung, lalapan dan sambal terasi. Para bule itu pun lahap sekali menyantabnya.Setelah makan siang, perjalanan masih berlanjut menyebrangi pulau untuk menanam mangrove. Pulau Pahawang memang menjadi salah satu tempat konservasi mangrove.
pesan hotelpesan hotel, pulau pahawang, wisata lampung, voucherhotel
Tak terasa kami telah melewatkan sepanjang hari di pulau ini. Kami kembali mengarungi lautan yang berombak kencang itu. Kali ini, aku sudah lebih bisa menyesuaikan diri dan menikmati perjalanan. Matahari sudah mulai berganti warna keemasan menuju peraduan ketika kami sampai di Dermaga Ketapang. Lampung....pasti aku kan kembali untuk menyempurnakan ceritaku ini..

voucherhotel, pesan hotel, wisata lampung, voucherhotel
Tim Newsletter TIME bersiap kembali ke Jakarta
Pariwisata Lampung memang sudah selayaknya diangkat ke permukaan. Dengan jarak tempuh yang tak jauh dari ibu kota Jakarta, Lampung bisa menjadi salah satu pilihan tepat warga Jakarta berlibur. Yuk, rencanakan perjalanan kalian ke Lampung, dan mulai cek ketersediaan kamar hotel di Voucherhotel.com. Dan, jangan sampai ketinggalan update terus destinasi liburan Anda di facebook Voucherhotel, serta twitternya ya.Cerita ini diikutkan dalam kontes blog voucherhotel. 



kartina ika sari

Alumni Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjajaran, angkatan 1997. Menulis adalah sebuah pekerjaan dan hobi. Saat ini menjadi writerpreneur  sambil menjaga dua buah hati yang cantik dan ganteng. Kontak : kartinaika@gmail.com

1 comment:

  1. Ikuti KONTES SEO RGOPOKER 2014 dengan TOTAL HADIAH 32 JUTA RUPIAH..


    Untuk informasi lebih lanjut silakan kunjungi

    www.kontes-seo-rgopoker.net.
    www.kontes-seo-rgopoker.com


    HADIAH UNTUK 50 PEMENANG.


    gabung disini www.kontes-seo-rgopoker.net

    ReplyDelete

Terima kasih atas komentar dan masukannya